Malam tadi saya merenungi semua perbuatan saya, seminggu ini (cuma seminggu ini, bukan beberapa tahun ini). Dan saya mendapati betapa banyak dosa saya kepada saudara-saudara saya. Lisan yang jahil, hingga disadari atau tidak mengumbar kejelekan saudara sendiri. Hati yang keruh, hingga selalu terbersit su’udzon. Lantas apakah salah jika saya meminta maaf?

Mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan, tak mau meminta maaf jika belum terbukti benar. Ataupun kalau memang salah, selalu ada alasan untuk mneghindari mengucapkan maaf. Ego yang terlalu tinggi, menghalangi kebenaran yang datang menghampiri. Dan sekali lagi, saya hanya ingin membiasakan kata “maaf” menghiasi hari-hari saya. Agar ketenangan hati bisa saya dapatkan, dan agar saya bisa menjadi orang yang selalu menyadari kesalahan saya. Maaf yang tulus dari hati, akan mampu meruntuhkan ego sebesar karang. Maaf yang tulus dari hati, akan mampu mencairkan hati yang membeku. Dan maaf yang tulus dari hati, akan mampu memberi kesempatan bagi kita untuk meneteskan air mata penyesalan.
Wallahu’alam bisshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar